RINGKASAN MANAQIB AS-SYAIKH ABU BAKAR BIN SALIM
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah memilih secara khusus hambaNya, dengan sebaik-baik pilihan. Dan telah menjadikan mereka seperti matahari yang memancarkan sinar terang. Dengan sinar itu dapat menghidupkan kegelapan hati yang gersang. Mereka dikaruniai kedudukan (oleh Allah) disisiNya, sehingga menjadi para Imam dan petunjuk ke jalan yang benar. Mereka itulah orang-orang yang lurus terpercaya, seperti yang telah dijanjikan oleh Allah Ta'ala.
Shalawat dan Salam kami haturkan, sebagai penghormatan kepada sang Kekasih yang Ma'shum Sayyidina Muhammad pemimpin para Rasul, dan keluarganya yang suci, serta para Shahabat dan para Tabi'in.
Amma Ba'du: Ini adalah secarik ringkasan dari biografi Sayyidina Fakhrul Awalim As-Syeikh Abu Bakar bin Salim, semoga Allah memberinya manfaat di dunia dan akhirat.
Beliau adalah As-Syeikh Al-Kabir Fakhrul Awaalim Abu Bakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Syekh Abdurrahman As-segaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Al-Ustadz Al-A'dham Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-Uraydhi bin Ja'far As-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin ibnu Al-Husein ibnu Ali bin Abi Tholib dan ibnu Fathimah Az-Zahra' Al-Batul binti Sayyiduna Ar-Rasul Muhammad, semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada Beliau.
Nasab yang mulia Ibunda As-Syeikh Abu Bakar bin Salim:
Beliau adalah As-Syarifah Al-Afifah Tholhah binti Aqil bin Ahmad bin Abi Bakar As-Sakran ibnu Abdurrahman As-segaf…. Bersambung hingga akhir seperti di atas.
Kelahiran As-Syeikh Abu Bakar bin Salim:
Beliau dilahirkan di kota Tarim, pada hari Sabtu, tanggal 23 Jumadil Awwal, tahun 919 Hijriyyah. Beliau (semasa) kecil dididik dan diasuh oleh ayahnya dengan pengawasan penuh, secara nyata maupun tersembunyi. Bahkan sebelum kelahiran maupun masa kecilnya, beliau sudah masyhur dikalangan Aulia' dan As-Sholihin, mereka mengetahui (Ya'ni, akan lahirnya seorang wali besar).
Salah satu dari mereka para aulia' adalah As-Sayyid As-Syarif Ahmad bin Alwi bin Abdurrahman As-segaf. Beliau tinggal di desa Maryamah. Adapun saat itu beliau datang ke 'Inat dan tinggal di rumah dimana As-Syeikh Abu Bakar bin Salim dibesarkan. Di tempat itu masih terdapat banyak pohon salam dan bebatuan. As-Sayyid Ahmad berdiri (di rumah tersebut) dan berkata:
"Akan lahir seorang anak (di tempat ini), ia memiliki kemuliaan besar, dan akan tinggal pula di tempat ini".. Kemudian beliau berjalan ke beberapa tempat seraya menunjuk dan berkata "Disini akan menjadi masjidnya", Habib Ahmad pun lalu shalat di tempat tersebut. Beliau lalu menunjuk sambil berkata, "Inilah rumahnya dan tempat tinggalnya (Syeikh Abubakar bin Salim)".
Selain daripada Habib Ahmad, ada juga beberapa orang-orang sholeh yang memberikan kabar gembira akan lahirnya manusia agung. Antara lain As-Syeikh Al-Imam Al-Arif, Muhammad bin Ahmad Jamalullail pemuka turbah Al-Mashif di kota Qosam. Begitu juga Al-Imam Al-Arif Syhabuddin Ahmad bin Abdurrahman dan Abi Bakar Al-Aidrus Al-Adeni dan banyak lagi selain mereka.
Pernah terjadi pada suatu saat As-Syeikh Al-Arif Faris Ba Qis berziarah ke Hadramaut bersama sekitar 300 muridnya. Ketika hendak masuk kota Tarim, ditampakkan pancaran cahaya (ilmu) para Penghulu kita Alawiyyin. Syeikh Faris pun khawatir ilmunya dicuri orang, lalu beliau meminta pendamping kepada Para Penghulu Al-Alawiyyin setempat agar mengawalnya. Kemudian mereka Al-Alawiyyin berkata kepadanya: "Engkau jangan khawatir, dari kami tidak ada pencuri ilmu". Selanjutnya Syeikh Faris berkata, "Sesungguhnya aku ingin turun untuk berziarah ke makam Nabi Hud dan aku akan mendatangi beberapa tempat Masyayikh guna mencari pengawalan, seperti keluarga Ba Qosyir, Ba Ghosyir, bin Silim, Abi Syu'aib dan lain sebagainya".
Namun ternyata Syeikh Faris (dalam perjalanannya) memilih Sayyiduna As-Syeikh Abu Bakar bin Salim menjadi teman pendampingnya, padahal saat itu As-Syeikh Abu Bakar masih anak-anak berusia balita. Oleh karena masih kecil, As-Syeikh Abu Bakar digendong pelayannya yang dijuluki Ba Qahawil untuk mendampingi Syeikh Faris beserta rombongannya.
Diantara yang ikut serta ziarah bersama rombongan Syeikh Faris, adalah As-Syeikh Al-Arif Umar Ba Makhramah. Ketika rombongan melintasi kota Siwun, Syeikh Umar melihat Syeikh Abu Bakar yang saat itu sedang dalam gendongan Ba Qahawil, dan memandangnya dengan cermat seraya melantunkan syair:
"Wahai setangkai emas, dengan pengawasan-Nya Allah memeliharamu.. semua lembah yang besar tampak kecil dibanding lembahmu.."
Kemudian Syeikh Umar memandang Ba Qahawil dan melanjutkan syairnya:
"Semoga Allah memberikan kebahagiaan kepada sahabatmu, duhai Ba Qahawil, betapa pohon kurma milikku ini, baru disemai sudah berbuah. Ditanamnya di waktu Dhuha dan buahnya dapat segera dipetik".
Kegiatan As-Syeikh Abu Bakar bin Salim dan Menuntut Ilmu
Sejak kecil As-Syeikh Abu Bakar bin Salim sangat sibuk menuntut ilmu-ilmu yang bermanfa'at dan banyak belajar dari sejumlah Alim Ulama, seperti Al-Allamah Umar bin Muhammad Ba Syaiban yang wafat pada tahun 944 Hijriyyah, di kota Qosam, Hadhramaut. Kemudian As-Syeikh Al-Imam Ahmad bin Alwi Ba Jahdab, As-Syeikh Ahmad Syihabuddin bin Abdurrahman bin Ali, As-Syeikh Al-Kabir Ma'ruf bin Abdullah Ba Jamal, As-Syeikh Umar bin Abdullah Ba Makhramah, As-Syeikh Abdullah bin Muhammad Ba Qosyir dan masih banyak selain mereka.
As-Syeikh Abu Bakar bin Salim telah mengkhatamkan beberapa kitab seperti diterangkan dalam kitab "As-Sana' Al-Bahir Bitakmilinnur As-Safir..", bahwa Sayyiduna Syeikh Abu Bakar bin Salim mengkhatamkan kitab Fiqih Al-Minhaj karya Imam Nawawi sebanyak 3 kali dan mengkhatamkan Kitab Ihya' (Imam Al-Ghozali) sebanyak 40 kali. Selain itu diterangkan, bahwa Sayyiduna Syeikh Abu Bakar bin Salim selama 40 tahun melakukan shalat Subuh dengan wudhu' Isya' di Masjid Ba 'Isa di kota Lisk. Dan setiap malam hari beliau beranjak menuju kota Tarim dan melaksanakan shalat di beberapa Masjid di Tarim. Syeikh Abu Bakar bin Salim pun senantiasa mengisi penuh kolam air untuk minuman hewan ternak.
Berkata Al-Faqih Muhammad bin Sirajuddin Jamal, Aku telah mendengar dari tuanku Syeikh Abu Bakar bin Salim, bahwasanya beliau di akhir usianya berkata, "Aku belum pernah meninggalkan kesempurnaan dalam shalat Dhuha dan Witir".
Dan diceritakan pula, bahwa beliau dalam waktu yang cukup lama berpuasa dan tidak berbuka kecuali dengan makan kurma yang masih hijau dari kebun miliknya di kota Lisk yang merupakan warisan dari ayahnya.
Untaian Kata-kata Nasihat Syeikh Abu Bakar bin Salim:
"Waktu-waktumu yang paling beruntung yaitu waktu yang tidak sirna menuruti nafsumu. Dan waktu-waktumu yang paling merugi adalah waktu yang hanyut bersama nafsumu".
"Barangsiapa tidak menjaga waktu-waktunya (dengan baik), maka ia tidak akan selamat dari bencana".
"Barangsiapa terjerumus dalam kehinaan, maka ia layak menerima balasannya".
"Barangsiapa tidak bersungguh-sungguh diawal, ia tidak akan mendapat apa-apa di akhir".
"Barangsiapa bergaul dengan orang-orang baik, niscaya ia akan memperoleh berbagai pengetahuan (ma'rifat) dan asrar. Barangsiapa bergaul dengan orang-orang jahat (Ahli maksiat), ia berhak mendapat kehinaan dan azab neraka".
"Dalam sifat qona'ah terdapat ketenangan dan keselamatan, adapun sifat tamak terdapat kehinaan dan penyesalan".
"Ambilah ilmu yang bermanfaat, jika engkau mau mendengar kalam dariku".
Dan masih banyak lagi untaian kata-kata beliau, terkait hukum dan nasihat-nasihat yang tertulis dalam kitab-kitab khusus biografinya.
Adapun wafatnya Syeikh Abu Bakar bin Salim, semoga Allah senantiasa melimpahkan keridhaan kepadanya dan beliau pun ridha kepada-Nya, dan semoga bermanfa'at bagi kita semua di dunia maupun akhirat.
Berkata Al-Faqih Abi Bakar bin Muhammad Ba Wazir, "Telah meninggal dunia Penghulu kita, sang Pembawa berkah bagi kita, Pemimpin para wali, Pemimpin para guru yang membawa keberkahan bagi Agama Islam dan kaum Muslimin, Al-Habib Al-Ghautsu As-Syeikh Abu Bakar bin Salim, pada malam Ahad setelah waktu Isya', tanggal 27 Dzul Hijjah, yang merupakan akhir dari bulan-bulan Hijriyyah, pada tahun 992, memasuki kurun ke 10 dari Hijrah Al-Musthofa Sayyiduna Muhammad, semoga Allah senantiasa melimpahkan Shalawat dan Salam kepada Beliau.
Dan akhirnya mari kita memohon pertolongan, menunduk kepada Allah Ta'ala dan berdo'a:
"Ya Allah berilah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk..
Dan berikan kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan..
Dan jagalah kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau jagakan. Berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau anugerahkan..
Dan selamatkan kami dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang (berhak) menghukum dan tidak ada hukuman bagiMu..
Sesungguhnya tidak akan hina orang-orang yang telah engkau bimbing, dan tidak pula akan mulia orang-orang yang Engkau musuhi..
Maha Suci Engkau duhai Tuhan kami yang maha Tinggi. Maka bagiMulah segala pujian atas segala yang Engkau tetapkan..
Kami memohon ampun kepadaMu dan kami bertaubat kepadaMu..
Semoga Allah senantiasa melimpahkan Shalawat dan Salam kepada Baginda Nabi Muhammad dan keluarganya, serta para shahabat"..
Amin.. Amin.. Ya Robbal Alamiin
By: Pecinta Fakhrul Wujud Syeikh Abu Bakar bin Salim
(Terjemahan ini yg disampaikan langsung oleh Habib Naqib bin Muhsin (Ote) Alhamid saat Haul Fahrul Wujud As-Syaikh Abu Bakar bin Salim, Ahad 15/11/2015).
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah memilih secara khusus hambaNya, dengan sebaik-baik pilihan. Dan telah menjadikan mereka seperti matahari yang memancarkan sinar terang. Dengan sinar itu dapat menghidupkan kegelapan hati yang gersang. Mereka dikaruniai kedudukan (oleh Allah) disisiNya, sehingga menjadi para Imam dan petunjuk ke jalan yang benar. Mereka itulah orang-orang yang lurus terpercaya, seperti yang telah dijanjikan oleh Allah Ta'ala.
Shalawat dan Salam kami haturkan, sebagai penghormatan kepada sang Kekasih yang Ma'shum Sayyidina Muhammad pemimpin para Rasul, dan keluarganya yang suci, serta para Shahabat dan para Tabi'in.
Amma Ba'du: Ini adalah secarik ringkasan dari biografi Sayyidina Fakhrul Awalim As-Syeikh Abu Bakar bin Salim, semoga Allah memberinya manfaat di dunia dan akhirat.
Beliau adalah As-Syeikh Al-Kabir Fakhrul Awaalim Abu Bakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Syekh Abdurrahman As-segaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Al-Ustadz Al-A'dham Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-Uraydhi bin Ja'far As-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin ibnu Al-Husein ibnu Ali bin Abi Tholib dan ibnu Fathimah Az-Zahra' Al-Batul binti Sayyiduna Ar-Rasul Muhammad, semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada Beliau.
Nasab yang mulia Ibunda As-Syeikh Abu Bakar bin Salim:
Beliau adalah As-Syarifah Al-Afifah Tholhah binti Aqil bin Ahmad bin Abi Bakar As-Sakran ibnu Abdurrahman As-segaf…. Bersambung hingga akhir seperti di atas.
Kelahiran As-Syeikh Abu Bakar bin Salim:
Beliau dilahirkan di kota Tarim, pada hari Sabtu, tanggal 23 Jumadil Awwal, tahun 919 Hijriyyah. Beliau (semasa) kecil dididik dan diasuh oleh ayahnya dengan pengawasan penuh, secara nyata maupun tersembunyi. Bahkan sebelum kelahiran maupun masa kecilnya, beliau sudah masyhur dikalangan Aulia' dan As-Sholihin, mereka mengetahui (Ya'ni, akan lahirnya seorang wali besar).
Salah satu dari mereka para aulia' adalah As-Sayyid As-Syarif Ahmad bin Alwi bin Abdurrahman As-segaf. Beliau tinggal di desa Maryamah. Adapun saat itu beliau datang ke 'Inat dan tinggal di rumah dimana As-Syeikh Abu Bakar bin Salim dibesarkan. Di tempat itu masih terdapat banyak pohon salam dan bebatuan. As-Sayyid Ahmad berdiri (di rumah tersebut) dan berkata:
"Akan lahir seorang anak (di tempat ini), ia memiliki kemuliaan besar, dan akan tinggal pula di tempat ini".. Kemudian beliau berjalan ke beberapa tempat seraya menunjuk dan berkata "Disini akan menjadi masjidnya", Habib Ahmad pun lalu shalat di tempat tersebut. Beliau lalu menunjuk sambil berkata, "Inilah rumahnya dan tempat tinggalnya (Syeikh Abubakar bin Salim)".
Selain daripada Habib Ahmad, ada juga beberapa orang-orang sholeh yang memberikan kabar gembira akan lahirnya manusia agung. Antara lain As-Syeikh Al-Imam Al-Arif, Muhammad bin Ahmad Jamalullail pemuka turbah Al-Mashif di kota Qosam. Begitu juga Al-Imam Al-Arif Syhabuddin Ahmad bin Abdurrahman dan Abi Bakar Al-Aidrus Al-Adeni dan banyak lagi selain mereka.
Pernah terjadi pada suatu saat As-Syeikh Al-Arif Faris Ba Qis berziarah ke Hadramaut bersama sekitar 300 muridnya. Ketika hendak masuk kota Tarim, ditampakkan pancaran cahaya (ilmu) para Penghulu kita Alawiyyin. Syeikh Faris pun khawatir ilmunya dicuri orang, lalu beliau meminta pendamping kepada Para Penghulu Al-Alawiyyin setempat agar mengawalnya. Kemudian mereka Al-Alawiyyin berkata kepadanya: "Engkau jangan khawatir, dari kami tidak ada pencuri ilmu". Selanjutnya Syeikh Faris berkata, "Sesungguhnya aku ingin turun untuk berziarah ke makam Nabi Hud dan aku akan mendatangi beberapa tempat Masyayikh guna mencari pengawalan, seperti keluarga Ba Qosyir, Ba Ghosyir, bin Silim, Abi Syu'aib dan lain sebagainya".
Namun ternyata Syeikh Faris (dalam perjalanannya) memilih Sayyiduna As-Syeikh Abu Bakar bin Salim menjadi teman pendampingnya, padahal saat itu As-Syeikh Abu Bakar masih anak-anak berusia balita. Oleh karena masih kecil, As-Syeikh Abu Bakar digendong pelayannya yang dijuluki Ba Qahawil untuk mendampingi Syeikh Faris beserta rombongannya.
Diantara yang ikut serta ziarah bersama rombongan Syeikh Faris, adalah As-Syeikh Al-Arif Umar Ba Makhramah. Ketika rombongan melintasi kota Siwun, Syeikh Umar melihat Syeikh Abu Bakar yang saat itu sedang dalam gendongan Ba Qahawil, dan memandangnya dengan cermat seraya melantunkan syair:
"Wahai setangkai emas, dengan pengawasan-Nya Allah memeliharamu.. semua lembah yang besar tampak kecil dibanding lembahmu.."
Kemudian Syeikh Umar memandang Ba Qahawil dan melanjutkan syairnya:
"Semoga Allah memberikan kebahagiaan kepada sahabatmu, duhai Ba Qahawil, betapa pohon kurma milikku ini, baru disemai sudah berbuah. Ditanamnya di waktu Dhuha dan buahnya dapat segera dipetik".
Kegiatan As-Syeikh Abu Bakar bin Salim dan Menuntut Ilmu
Sejak kecil As-Syeikh Abu Bakar bin Salim sangat sibuk menuntut ilmu-ilmu yang bermanfa'at dan banyak belajar dari sejumlah Alim Ulama, seperti Al-Allamah Umar bin Muhammad Ba Syaiban yang wafat pada tahun 944 Hijriyyah, di kota Qosam, Hadhramaut. Kemudian As-Syeikh Al-Imam Ahmad bin Alwi Ba Jahdab, As-Syeikh Ahmad Syihabuddin bin Abdurrahman bin Ali, As-Syeikh Al-Kabir Ma'ruf bin Abdullah Ba Jamal, As-Syeikh Umar bin Abdullah Ba Makhramah, As-Syeikh Abdullah bin Muhammad Ba Qosyir dan masih banyak selain mereka.
As-Syeikh Abu Bakar bin Salim telah mengkhatamkan beberapa kitab seperti diterangkan dalam kitab "As-Sana' Al-Bahir Bitakmilinnur As-Safir..", bahwa Sayyiduna Syeikh Abu Bakar bin Salim mengkhatamkan kitab Fiqih Al-Minhaj karya Imam Nawawi sebanyak 3 kali dan mengkhatamkan Kitab Ihya' (Imam Al-Ghozali) sebanyak 40 kali. Selain itu diterangkan, bahwa Sayyiduna Syeikh Abu Bakar bin Salim selama 40 tahun melakukan shalat Subuh dengan wudhu' Isya' di Masjid Ba 'Isa di kota Lisk. Dan setiap malam hari beliau beranjak menuju kota Tarim dan melaksanakan shalat di beberapa Masjid di Tarim. Syeikh Abu Bakar bin Salim pun senantiasa mengisi penuh kolam air untuk minuman hewan ternak.
Berkata Al-Faqih Muhammad bin Sirajuddin Jamal, Aku telah mendengar dari tuanku Syeikh Abu Bakar bin Salim, bahwasanya beliau di akhir usianya berkata, "Aku belum pernah meninggalkan kesempurnaan dalam shalat Dhuha dan Witir".
Dan diceritakan pula, bahwa beliau dalam waktu yang cukup lama berpuasa dan tidak berbuka kecuali dengan makan kurma yang masih hijau dari kebun miliknya di kota Lisk yang merupakan warisan dari ayahnya.
Untaian Kata-kata Nasihat Syeikh Abu Bakar bin Salim:
"Waktu-waktumu yang paling beruntung yaitu waktu yang tidak sirna menuruti nafsumu. Dan waktu-waktumu yang paling merugi adalah waktu yang hanyut bersama nafsumu".
"Barangsiapa tidak menjaga waktu-waktunya (dengan baik), maka ia tidak akan selamat dari bencana".
"Barangsiapa terjerumus dalam kehinaan, maka ia layak menerima balasannya".
"Barangsiapa tidak bersungguh-sungguh diawal, ia tidak akan mendapat apa-apa di akhir".
"Barangsiapa bergaul dengan orang-orang baik, niscaya ia akan memperoleh berbagai pengetahuan (ma'rifat) dan asrar. Barangsiapa bergaul dengan orang-orang jahat (Ahli maksiat), ia berhak mendapat kehinaan dan azab neraka".
"Dalam sifat qona'ah terdapat ketenangan dan keselamatan, adapun sifat tamak terdapat kehinaan dan penyesalan".
"Ambilah ilmu yang bermanfaat, jika engkau mau mendengar kalam dariku".
Dan masih banyak lagi untaian kata-kata beliau, terkait hukum dan nasihat-nasihat yang tertulis dalam kitab-kitab khusus biografinya.
Adapun wafatnya Syeikh Abu Bakar bin Salim, semoga Allah senantiasa melimpahkan keridhaan kepadanya dan beliau pun ridha kepada-Nya, dan semoga bermanfa'at bagi kita semua di dunia maupun akhirat.
Berkata Al-Faqih Abi Bakar bin Muhammad Ba Wazir, "Telah meninggal dunia Penghulu kita, sang Pembawa berkah bagi kita, Pemimpin para wali, Pemimpin para guru yang membawa keberkahan bagi Agama Islam dan kaum Muslimin, Al-Habib Al-Ghautsu As-Syeikh Abu Bakar bin Salim, pada malam Ahad setelah waktu Isya', tanggal 27 Dzul Hijjah, yang merupakan akhir dari bulan-bulan Hijriyyah, pada tahun 992, memasuki kurun ke 10 dari Hijrah Al-Musthofa Sayyiduna Muhammad, semoga Allah senantiasa melimpahkan Shalawat dan Salam kepada Beliau.
Dan akhirnya mari kita memohon pertolongan, menunduk kepada Allah Ta'ala dan berdo'a:
"Ya Allah berilah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk..
Dan berikan kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan..
Dan jagalah kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau jagakan. Berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau anugerahkan..
Dan selamatkan kami dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang (berhak) menghukum dan tidak ada hukuman bagiMu..
Sesungguhnya tidak akan hina orang-orang yang telah engkau bimbing, dan tidak pula akan mulia orang-orang yang Engkau musuhi..
Maha Suci Engkau duhai Tuhan kami yang maha Tinggi. Maka bagiMulah segala pujian atas segala yang Engkau tetapkan..
Kami memohon ampun kepadaMu dan kami bertaubat kepadaMu..
Semoga Allah senantiasa melimpahkan Shalawat dan Salam kepada Baginda Nabi Muhammad dan keluarganya, serta para shahabat"..
Amin.. Amin.. Ya Robbal Alamiin
By: Pecinta Fakhrul Wujud Syeikh Abu Bakar bin Salim
(Terjemahan ini yg disampaikan langsung oleh Habib Naqib bin Muhsin (Ote) Alhamid saat Haul Fahrul Wujud As-Syaikh Abu Bakar bin Salim, Ahad 15/11/2015).
Terkirim dari Samsung Mobile
No comments:
Post a Comment